Tual – Bentrok antarwarga kompleks Sinar Pagi dan Kompleks Yarler terjadi tepat di depan Pandopo Wali Kota Tual pada, Selasa (25/10/2022) sekitar pukul 07:00 WIT.
Kedua kelompok warga saling serang menggunakan batu, busur panah, parang dan benda tajam lainnya. Akibat dari bentrok tersebut, sejumlah warga mengalami luka serius dan mendapat perawatan di rumah sakit.
Selain itu, satu unit rumah milik warga Kompleks Yarler dibakar massa. Warga juga sempat menebang pohon sehingga tumbang menutupi badan jalan membuat akses lalu lintas di kawasan tersebut sempat terganggu.
Bentrok juga berimbas pada proses belajar mengajar di SMA Negeri 5 Kota Tual, karena lokasi bentrokan sangat dekat dengan sekolah tersebut. Para guru terpaksa memulangkan para siswa lebih awal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemicu bentrokan diduga karena kasus perselingkuhan yang saat ini sedang diproses pihak kepolisian setempat.
Personel Polisi yang diterjunkan mengamankan bentrokan kewalahan melerai kedua kelompok tersebut. Kondisi baru dapat dikendalikan setelah personel Brimob diterjunkan untuk mengendalikan situasi.
Kapolres Tual Prayudha Widiatmoko saat dikonfirmasi Tim Matamaluku.com mengatakan oknum yang diduga memicu kemarahan warga sudah diamankan pihak kepolisian.
Kapolres berharap kedua belah pihak dapat menahan diri dan menyerahkan kepada Polisi untuk memproses hukum atas dugaan perselingkuhan tersebut.
“Dugaan perselingkuhan yang sedang ditangani adalah murni persoalan individu, sehingga tidak dibawa-bawa hingga melibatkan masyarakat banyak,” ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan, pihaknya telah memproses kasus tersebut dan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.
“Masyarakat diharap bersabar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak benar dan menyerahkan seluruh proses hukum ditangani oleh pihak kepolisian hingga tuntas,” katanya.
Saat ini, kata Kapolres situasi di lokasi bentrok dapat dikendalikan sepenuhnya oleh aparat keamanan.
Kendati demikian untuk menjaga kejadian tidak terulang, personel Polisi dibantu TNI masih disiagakan di perbatasan kedua kompleks. Matamaluku.com