Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan SBT Gelar Demo di Kejati Maluku

  • Bagikan
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan SBT Gelar Demo di Kejati Maluku

Ambon  – Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Seram Bagian Timur (SBT) menggelar aksi demo di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis (07/08). Mahasiswa meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menyelidiki dugaan kasus korupsi aggaran perjalanan dinas pendidikan keluar daerah tahun anggaran 2020 di Kabupaten SBT .

Massa aksi juga mendesak Kejati memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten SBT, Sidik Rumaloak terkait anggaran perjalanan pada dinas yang dipimpinnya sebesar lebih dari Rp.917 juta.

Koordinator aksi Aldi Kolatfeka, kepada Tim Matamaluku.com disela-sela aksi demo mengatakan, demonstrasi digelar karena anggaran perjalanan dinas pendidikan tahun anggaran 2020, diduga telah disalahgunakan oleh oknum-oknum di Dinas Pendidikan tersebut.

“Dugaan penyelewengan dana lebih dari Rp.917 juta itu didapat mahasiswa saat penjabaran anggaran pertanggungjawaban APBD tahun 2020”kata Aldi Kolatfeka.

Aldi juga dengan sigap mengatakan, selain Kepala Dinas Sidik Rumaloak, tidak menutup kemungkinan Bupati SBT Mukti Keliobas juga diduga ikut terlibat dalam dugaan kasus penyalahgunaan anggaran perjalanan Dinas Pendidikan SBT tahun 2020 tersebut .

Selain melakukan orasi, demonstran  juga menyampaikan point tuntutan mereka antara lain meminta pihak Kejati Maluku menindak lanjuti dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas luar daerah tahun 2020.

Meminta Kejati Maluku memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Sidik Rumalowak. Mahasiswa juga meminta Sidik Rumaloak dipecat dari jabatannya sebagai Kadis Pendidikan SBT.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten SBT Sidik Rumaloak saat dihubungi Tim Matamaluku.com via telepom seluler secara tegas membantah tuduhan demosntran adanya penyelewengan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 917 juta tersebut.

Rumaloak menyatakan, total anggaran yang digunakan untuk perjalanan dinas luar daerah hanya sebesar Rp.119 juta.

Menurutnya dugaan penyelewengan anggaran perjalanan dinas seperti yang disebutkan aliansi mahasiswa, tidak berdasar karena tidak dilandasi dengan bukti yang kuat. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *