Aksi Demo Digelar Mahasiswa Batabual Desak Kejati Maluku Ambil Alih Kasus Lampu Jalan di Buru

  • Bagikan
Aksi Demo Digelar Mahasiswa Batabual Desak Kejati Maluku Ambil Alih Kasus Lampu Jalan di Buru

Ambon – Mahasiswa Batabual menggelar aksi demo menuntut pihak Kejaksaan Tinggi Maluku mengambil alih kasus dugaan proyek lampu jalan dari Kejaksaan Negeri Buru karena sampai dengan saat ini  kasus tersebut belum juga diselesaikan dan terkesan sengaja dibiarkan berlarut-larut.

Perwakilan mahasiswa Batabual, Bahta Gibrihi, kepada  Tim Matamaluku.com mengatakan, aksi yang   mereka lakukan untuk mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku mengambil alih kasus dugaan korupsi lampu jalan melibatkan, Sainun Hentihu,  diduga ebagai aktor intelektual.

Kedatangan pendemo ke  Kejati Maluku untuk mengkoordinasikan kasus tersebut dan juga mendesak Kejari Buru segera mengalihkan status kasus dugaan korupsi lampu jalan ke Kejati Maluku, karena mahasiswa menilai Kejari Buru hanya melakukan pencitraan fiktif di media sosial.

Gibrihi mengaku, penanganan kasus lampu jalan di lebih dari 80 desa di Buru sudah berjalan  beberapa bulan, namun sampai dengan saat ini belum juga di tuntaskan.

“Masyarakat sangat kecewa dengan kinerja Kejari Buru, karena  proyek dengan anggaran miliaran rupiah itu tidak dapat dinikmati dengan baik oleh warga”katanya

Aksi demo itu juga Mahasiswa menyampaikan  tuntutan yang diterima Kasipenkum Kejati Maluku Wahyudi Kareba. Salah satu butir pernyataan sikap yakni, mendesak pihak Kejati Maluku menangkap Saiyun Hentihu yang diduga sebagai aktor pengelapan anggaran lampu jalan di 80 desa tersebut.

“Terkait proyek lampu jalan yang ada keterlibatan aktor intelektual didalamnya,  untuk itu kami datang di Kejati Maluku kiranya dapat konfirmasi dan menegaskan Kejari Buru segera ahlikan status lampu jalan kepada Kejati Maluku, karena Kejari kabupaten Buru hanya membuat pencitraan proses di Media Sosial” ungkap Gibrihi.

Aksi demo tentang kasus dugaan korupsi lampu jalan ini untuk kesekian kalinya digelar mahasiswa di kejati Maluku. usai membacakan isi tuntutan, mahasiswa dengan pengawalan aparat kepolisian setempat  membubarkan diri dengan tertib. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *