Aksi Demo di Kantor Gubernur Maluku Oleh GMKI

  • Bagikan
Aksi Demo di Kantor Gubernur Maluku Oleh GMKI

Ambon – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Geraka Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)  cabang Ambon menggelar aksi demo ke kantor gubernur Maluku, menyikapi berbagai kebijakan Murad Ismail selaku gubenur Maluku yang dinilai telah melenceng dari kebutahan masyarakat.

Yongki Leslessy  perwakilan dari GMKI saat di wawancarai terkait  aksi demo yang di lakukan Rabu 21/04/2021, di kantor gubernur Maluku, Menjelaskan kedatangan mereka ke kantor gubernur Maluku untuk menyampaikan sejumlah masukan dan kritikan atas berbagai kebijakan pemerintah dalam hal ini gubernur Maluku Murad Ismail yang di nilai telah melenceng dari kebutuhan Masyarakat.

Sejumlah persoalan yang menjadi sorortan GMKI cabang Ambon, kata Leslessy diantaranya pengelolaan dana PEN, dimana berdasarkan UU nomor 23 tahun 2020, maka peruntukannya semestinya kepada masyarakat guna membantu bergeraknya perekonomian pada setiap daerah sehingga dapat mendongkrat ekonomi nasional ditengah kondisi pandemi COVID-19.

Selain itu juga pengunaan dana PEN harus dapat mendongkrak kehidupan masyarakat di antaranya kebutuhan pendidikan, kesehatan dan jika dana tersebut di peruntukan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur semestinya di berikan untuk  kebutuhan pembangunan infrastruktur di bidang  pendidikan dan kesehatan karena di beberapa kabupaten/kota di Maluku hal ini menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

GMKI, juga menyoroti kebijakan rehabilitasi gedung Islamic center dengan menggunakan anggaran kurang lebih dua miliar rupiah, namun fakta dilapangan bukanya direhabilitasi tetapi dibangun caffe dan hal ini dinilai salah sasaran.

Selian sejumlah persoalan diatas, GMKI juga menyesalkan langkah Murad Ismail selaku gubernur Maluku yang melakukan peminjaman anggaran sebesar 700 miliar ke PT. SMI diluar daripada rapat penetapan anggaran APBD Maluku, tanpa melibatkan para wakil rakyat di DPRD Maluku, yang mempunyai fungsi tugas dan tanggung jawab dalam pengawasan penggunaan anggaran di Maluku.

“Jadi inti dari aksi kami di saat ini itu mengkritik kebijakan pemerintah dalam hal ini gubernur Maluku menurut kami GMKI,  melenceng dari kebutuhan masyarakat yang pertama mengenai dana PEN berdasarkan UU nomor 23 tahun 2020 inti daripada penggunaan dana PEN itu sendiri di limpahkan ke masyarakat untuk mendongkrak ekonomi nasional itu sendiri” Ujar Leslessy.

Aksi puluhan mahasiswa GMKI cabang Ambon di kantor gubernur Maluku, dengan membawa spanduk yang bertulisan “Pengelolaan dana PEN harus tepat sasaran dan transparan, Ka seng rakyat mati Bos,” selain spanduk para mahasiswa juga membawa sejumlah poster dengan berbagai tulisan kegalauan atas nasib rakyat Maluku.

Setelah menyampaikan berbagai orasi dari beberaap perwakilan mahasiswa, akhirnya para mahasiswa diterima oleh perwakilan dari pemerintah provinsi Maluku yakni kepala  Kesbangpol provinsi Maluku.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *