Tradisi Adat Pukul Sapu Mamala-Morela Di Gelar Tertutup Akibat Pandemi

  • Bagikan
Tradisi Adat

Maluku –  Tradisi adat pukul sapu oleh warga negeri Mamala dan Morela untuk kedua kalinya di lakukan secara tertutup tanpa dihadiri wisatawan domestik dan manca Negara di akibatkan pandemi COVID-19 yang masih belum selesia hingga saat ini yang melanda dunai Indonesia termasuk di Maluku dan kota Ambon.

Prosesi adat pukul sapu oleh masyarakat negeri Mamala-Morela di kecamatan Leihitu kabupaten Maluku Tengah masuk pada tahun kedua dilaksanakan secara tertutup untuk umum dan hanya diperuntukan bagi masyarakat sekitar yang dilangsungkan di kompleks lapangan mini Hatusela negeri Mamala pada Kamis 20/05/2021.

Karena dinyatakan tertutup, Kegiatan ritual adat  yang berlangsung setiap tanggal 7 Syawal atau tujuh hari setelah perayaan Idul Fitri, mendapat pengawalan ketat sejumlah personil dari  Kepolisian Polsek Leihitu di bantu anggota TNI yang melakukan pengamanan  sejak awal dimulainya prosesi adat hingga kegiatan pukul sapu berlangsung sampai selesainya acara di desa Mamala dan Morela.

Pengamanan yang di lakukan  ini dimaksudkan agar tidak ada warga dari luar desa   yang datang untuk menyaksikan acara pukul sapu dengan jumlah yang besar guna mencegah  timbulnya penyebaran virus yang dapat menciptkan klaster baru penyebaran virus COVID pada lingkungan sekitar tempat kegiatan jika terjadi pengumpulan masa dari luar yang datang menonton dalam jumlah yang banyak.

Walapun dilakukan secara tertutup bagi masyarakat luar, namun kegiatan pukul sapu tersebut tetap dapat berjalan dengan penuh kemeriahan, terlihat dari antusias warga sekitar yang datang menonton juga cukup banyak.

Seperti diketahui, sebelum terjadinya pandemi COVID, kegiatan tradisi adat pukul sapu oleh masyarakat negeri Mamala-Morela adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun selepas perayaan hari raya Idul Fitri pada hari ke tujuh.

Dimana pada setiap perayaan pukul sapu ribuan warga bukan saja dari negeri sekitar, tetapi warga datang dari kota Ambon termasuk juga dari luar Maluku yang kusus datang hanya untuk menyaksikan secara langsung kegiatan acara adat pukul sapu yang dilaksanakan masyarakat negeri Mamala-Morela.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *