Akibat Curah Hujan yang Tinggi, 11 Kawasan di 2 Kecamatan Kota Ambon Berpotensi Longsor

  • Bagikan
Akibat Curah Hujan yang Tinggi, 11 Kawasan di 2 Kecamatan Kota Ambon Berpotensi Longsor

Berita Ambon – Tingginya Intensitas curah hujan di kota Ambon sepanjang tiga hari belakangan berpotensi longsor setidaknya pada 11 kawasan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Nusaniwe.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Eva Tuhumury yang dikonfirmasi Tim Matamaluku.com di Balai Kota Ambon, Selasa (06/07) mengakui BPBD Kota Ambon mendeteksi adanya titik longsor yang sewaktu-waktu bisa terjadi di dua kecamatan.

Untuk itu warga dihimbau selalu waspada jika curah hujan cukup tinggi yang kemungkinan masih terjadi di wilayah kota Ambon dan sekitarnya beberapa hari kedepan.

Eka menjelaskan hasil evaluasi selama tiga hari hujan melanda Ambon, ada tambahan jumlah kerusakan baik bangunan maupun kerusakan ruas jalan.

“Sesuai data, terjadi longsor pada 11 lokasi yakni di lokasi Kuda Mati, Negeri Urimesing, Kecamatan Nusaniwe dan di Kecamatan Sirimau terjadi kerusakan di Kelurahan Karang Panjang, Negeri Batu Merah, Negeri Soya, Kopertis  dan Kelurahan Batu Meja, data ini sesuai  hasil tinjauan BPBD kota Ambon yang turun langsung melihat kerusakan yang terjadi”jelas Eva.

Seain kerusakan di du Kecamatan, Eva Tuhumury juga merinci terjadinya longsoran jalan di penuhi  lumpur di beberapa kawasan Passo dan Taeno.

“Kami melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR dan Pemadam kota Ambon sehingga alat berat telah melakukan pembersihan” sebutnya.

BPBD juga mencatat  sebanyak 15 bangunan rumah milik warga mengalami kerusakan, Sejauh ini katanya, belum ada laporan tentang korban jiwa. Untuk kerusakan bangunan rumah  telah  ditangani BPBD dan termasuk pemberian bantuan tanggap darurat oleh Dinas Sosial berupa terpal, gerobak dan sekop serta makanan siap saji untuk para korban.

Diketahui insentitas hujan yang begitu tinggi selama tiga hari belakangan, berdampak beberapa ruas jalan mengalami kerusakan bahkan nyaris ambruk. Puluhan rumah warga yang dibangun wilayah perbukitan mengalami kerusakan akibat longsor.

Eva menhimbau warga yang bermukim pada lokasi dianggap rawan bencana untuk selalu waspada karena bencana kapan saja dapat terjadi. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *