50 Persen ASN Pemkab Maluku Tengah Tidak Masuk Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran

  • Bagikan
50 Persen ASN Pemkab Maluku Tengah Tidak Masuk Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran

Maluku Tengah, Masohi – Hari pertama kerja pasca libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1443 Hijriah tercatat, hanya 50 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang berkantor.

Sekretaris BKPSDM Maluku Tengah, Sarisa Tihurua yang dikonfirmasi Tim Matamaluku.com di ruang kerjanya, Senin (9/4/2022) mengakui hanya 50 persen ASN tercatat masuk kantor sedangkan sisanya tanpa alasan yang jelas.

Sarisa mengatakan, banyak kemungkinan yang membuat para ASN belum bekerja. Salah satunya soal kendala transportasi.

Dirinya mengaku belum mendapat kejelasan mengapa ASN belum masuk kerja. Karena itu, Pemda setempat akan menindak tegas dan memberi sanksi kepada ASN yang belum berkantor.

Sarisa mengatakan, BKPSDM akan menyurati seluruh kepala OPD untuk mengevaluasi ketidak hadiran ASN di hari pertama masuk kantor.

Dirinya menegaskan libur nasional dan cuti Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah yang diberikan pemerintah sudah cukup lama, sehingga tidak ada alasan bagi ASN di lingkungan pemda Maluku Tengah untuk menambah libur di luar waktu cuti bersama yang telah diberikan.

Selain itu, jika ada ASN yang kedapatan melakukan pelanggaran maka bisa dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi yang diberikan mulai dari teguran lisan hingga penurunan jabatan sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Walau sudah berulang kali diancam sanksi, banyak ASN tetap bolos usai libur nasional maupun cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Imbauan untuk tidak bolos kerja yang disertai ancaman sanksi, menurut banyak kalangan, tidak efektif untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai negeri yang rendah.

Fenomena itu terjadi, terutama di organisasi perangkat daerah dan lembaga negara yang belum menerapkan metode sidik jari untuk presensi, jadi daftar kehadiran rentan dimanipulasi. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *